Jepang sebuah negara yang sangat dikenal dengan kemajuan teknologinya
tentu memegang posisi penting di Asia, raksasa teknologinya akan
membuat orang tercengang kala menjejakkan kaki di negeri matahari terbit
ini. Bagaimana tidak sejarah panjang Jepang tentu tidak pernah lepas
dari keterpurukkan ketika negerinya porak poranda akibat diguncang Bom
hiroshima dan Nagasaki. Bisa dibayangkan catatan keterpurukan seakan
begitu membekas kuat dalam diri orang Jepang,sekitar 140.000 orang di
Hiroshima menjadi korban sehingga secara otomatis berdampak pada
penyusutan sumber daya manusia Jepang kala itu.
Belajar dari pengalaman seakan secara proses membentuk orang Jepang
sebagai pekerja keras, ulet, bertanggung jawab, disiplin dalam berbagai
hal untuk mensejajarkan diri dengan negara-negara maju dan tentu untuk
mengejar ketinggalan mereka. Saat ini kesuksesan itu sudah mulai dituai
oleh negara sakura tersebut, melihat kemajuan negaranya maka tentu
menarik untuk memotret salah satu sisi-sisi kehidupan masyarakat di
negeri ini. Saat suatu ketika saya berkesempatan mengunjungi negeri ini
ada hal menarik yang coba saya share dalam postingan ini yaitu tentang
sebuah keteraturan.KETERATURAN…………………………………………………………….
Keteraturan,……..keteraturan sekilas tampak saling berkaitan dengan
disiplin sebab orang teratur tentu punya jiwa disiplin, seseorang tidak
serta merta menjadi orang teratur kalau belum ditempah menjadi orang
disiplin. Disiplin disini bukan hanya dalam kaca mata disiplin waktu,
tetapi tentu kedisiplinan dan keteraturan dalam menata berbagai hal yang
ada disekeliling kita. Salah satu yang coba di potret seperti di
eskalator. Di Jepang jika melihat hiruk pikuk kesibukan bisa ditemukan
diberbagai tempat termasuk pemandangan orang berjalan kaki, tergesa
dengan langkah terburu-buru atau bahkan berlari menjadi pemandangan yang
tidak asing. namun satu hal yang menarik ditengah suasana hiruk pikuk
kesibukan itu saat mereka melewati eskalator selalu dengan keteraturan,
ada sebuah konsep keteraturan yang coba di terapkan seperti halnya di
eskalator misalnya bagi yang berjalan biasa akan melewati arah kiri
tetapi yang terburu-buru akan melewati arah kanan(umumnya berlaku di
wilayah Kantou), meski tidak semua kota-kota di Jepang punya keseragaman
tentang arah jalan saat penggunaan eskalator tersebut. lain halnya
di Osaka akan ditemukan sesuatu yang berkebalikan dengan wilayah Kantou
dan sekitarnya. Di Osaka bagi yang berjalan di Eskalator yang cepat akan
berjalan di sebelah kiri dan yang lambat di sebelah kanan.
Contoh keteraturan yang lainnya membuang sampah, sampah di Jepang
seluruhnya telah memiliki standar tong sampah yang sudah terklasifikasi
menjadi 3 bagian dengan standar recicle yang cukup teratur. Dukungan
masyarakat pada suatu pola kesadaran untuk membuang sampah pada
tempatnya sudah cukup dipahami oleh masyarakatnya. Disisi lain yang
coba di lihat tentang keteraturan saat menghandle suatu kegiatan, dan
tergabung dalam tim kepanitiaan, semua akan mengerjakan sesuatu sesuai
job desknya masing-masing, solid dan tertata dengan baik, hal kecil yang
bisa dilihat misalnya ketiga dalam suatu kegiatan tidak boleh dilakukan
pemotretan sebab pemotretan hanya boleh dilakukan oleh seorang yang
telah diberi kepercayaan menghandle pemotretan tersebut maka siapapun
yang ada dalam kegiatan itu tidak akan melakukan pemotretan apapun
karena kepercayaan telah di berikan pada seseorang, disini mereka akan
selalu patuh pada kesepakatan yang telah di rembukkan bersama itulah
sebuah sebuah keteraturan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar